Kamis, 03 April 2014

FRONT OFFICE SERVICE - PENGANTAR HOSPITALITAS - KELAS ROXY

Peranan dan Fungsi Kantor Depan Hotel -  Kantor depan adalah salah satu departement di dalam sebuah hotel, Kantor Depan adalah cermin dari kualitas hotel untuk pertama kali bagi tamu saat memasuki suatu Hotel, untuk itu kesiapan, kesigapan, ketepatan serta kemampuan semua karyawan di bagian kantor depan dalam menjalankan fungsi tugas dan tanggung jawabnya sangatlah menentukan dalam memberikan impresi baik maupun kurang baik atau buruk pada para tamu Hotel sebelum para tamu tersebut mendapatkan pelayanan dan pengalaman yang lainnya saat mereka dating untuk menginap maupun tidak di suatu Hotel.


Ingat ada dorongan motivasi berupa slogan bagi karyawan kantor depan sebagai berikut:
 “We Do Not have a Second Chance To Give Good Impression To Our Guests” (Kita tidak pernah mendapatkan kesempatan kedua untuk memberikan impresi yang baik kepada para tamu kita).

Kantor depan hotel(front office) secara operasional berhubungan dengan tamu dan area kerjanya tidak jauh dari lobby, daerah yang paling ramai hilir mudik tamunya, oleh sebab itu bagian ini disebut dengan bagian front office. Kantor depan hotel merupakan salah satu bagian dari hotel yang paling penting dalam hal mewujudkan tujuan yang akan dicapai oleh hotel. Tujuan dari kantor depan hotel adalah sebagai berikut:

1. Meningkatkan tingkat hunian kamar serta pendapatan hotel dari tahun ke tahun
2. Meningkatkan jumlah tamu langganan
3. Memenuhi kebutuhan dan kepuasan tamu secara baik, tepat dan cepat kepada tamu
4. Membentuk citra hotel yang positif Kantor depan hotel memiliki fungsi dalam mewujudkan tujuan dari hotel, fungsi tersebut dilakukan oleh petugas kantor depan sehari-hari, adapun fungsi-fungsi tersebut adalah:

a. Menjual kamar, kegiatan yang dilakukan antara lain: menerima pemesanan kamar, melakukan pendaftaran tamu, memblok kamar
b. Memberikan informasi mengenai seluruh produk, fasilitas, pelayanan dan aktivitas yang ada di hotel maupun diluar hotel
c. Mengkoordinasikan kepada bagian lain yang terkait dalam rangka memenuhi keinginan tamu serta memberikan pelayanan yang maksimal
d. Melaporkan status kamar yang terkini
e. Mencatat, memeriksa pembayaran tamu serta menangani rekening tamu
f. Membuat laporan yang dibutuhan oleh hotel
g. Memberikan pelayanan telekomunikasi untuk tamu
h. Memberikan pelayanan barang bawaan tamu
i. Menyelesaikan keluhan tamu

Selain mempunyai fungsi yang penting, front office juga berperan penting dalam hal pelayanan dan pencapaian tujuan hotel yakni memberikan pelayanan yang diharapkan oleh tamu, membentuk citra hotel dan pendapatan yang maksimal. Peranan itu antara lain:

a. Pemberi informasi
Petugas kantor depan diharapkan mampu memberikan informasi yang jelas, benar dan cepat tentang produk, fasilitas, aktivitas, pelayanan yang ada di hotel maupun di luar hotel, informasi yang diberikan tidak hanya terbatas untuk tamu tetapi informasi yang dibutuhkan oleh kolega/teman sejawat lainnya.

b. Penjual(sales person)
Petugas kantor depan diharuskan mempunyai jiwa menjual, selain dikarenakan fungsi utama menjual produk hotel, bagian ini adalah bagian yang sering berhubungan langsung dengan tamu hotel.

c. Wakil manajemen
Petugas kantor depan dalam keadaan tertentu dapat berperan sebagai wakil manajemen untuk mengatasi/menyelesaikan masalah yang timbul di luar jam kerja manajemen.

d. Penyimpan data
Sumber data kegiatan hotel banyak berasal dari laporan yang dibuat oleh petugas kantor depan dan penyimpanan data tersebut juga di bagian kantor depan, oleh sebab itu data yang dibuat dan disimpan harus selalu terkini, sehingga manajemen dapat membuat keputusan dan kebijakan yang tepat untuk masa yang akan datang.

e. Diplomatis
Petugas kantor depan pada situasi dan kondisi tertentu diharapkan mampu melakukan tindakan secara diplomatis sehingga dapat menjaga hubungan yang baik dengan tamu dan pihak lain.

f. Pemecah masalah
Petugas kantor depan diharapkan dapat memecahkan masalah yang dialami oleh tamu, tak terkecuali masalah yang berasal dari bagian lain.

g. Humas (public relation)

Petugas kantor depan berperan secara baik, aktif dalam berhubungan dengan tamu dan masyarakat sekitar agar terjadi hubungan yang harmonis dan berdampak pada pembentukan citra hotel yang baik.

Sebagai tanda anda hadir, agar memberi respon di kolom komentar , kemudian jawab pertanyaan di bawah ini:

Tugas anda:
1. Sebut dan Jelaskan deskripsi pekerjaan  beberapa  bagian di organisasi kantor depan sebuah hotel (contoh:  FO Manager, Bell Captain, Concierge...dsb) yang anda ketahui
2.Apakah tugas kantor depan ini hanya berlaku di hotel, atau bisa juga diterapkan di institusi lain dalam duania pariwisata? jelaskanlah

Tugas diketik  dan dikoirimkan paling lambat Minggu, 6 April 2014, pukul 12.00 siang
selamat menegerjakan

Jumat, 28 Maret 2014

Kuliah Online Ekonomi Pariwisata Kelas Sudriman - STPSahid

TUGAS MANDIRI


  1. 1.       Jelaskanlah yang dimaksud dengan 10 prinsip ekonomi, dan pada saat  kapan suatu barang disebut barang ekonomi
  2. 2.       Jelaskanlah pernyataan mengapa pariwisata bisa menurunkan dan juga menaikkan surplus pembayaran suatu negara? Apa saja tindakan yang perlu diambil untuk mengurangi defisit neraca wisatawan?
  3. 3.       Wisatawan asing yang mengunjungi destinasi wisata Derawan pada tahun 2014 telah membelanjakan  $ 125000 , berapa dampak yang dirasakan oleh daerah tersebut jika diketahui faktor MPCnya adalah 0,65 , berikan penjelasannya
Jawaban dikirim via email ke susiana64@gmail.com
hari Selasa, 1 April 2013 plg lambat pukul 23.59



Minggu, 09 Februari 2014

Ekonomi Pariwisata PBU VII STP Sahid pd Cabe

Apa yang dimaksud dengan:

1. fungsi permintaan, serta persyaratannya
2. fungsi penawaran, serta persyaratannya
3.titik impas
4. Buatlah grafiksederhana untuk menggambarkannya
5. Apa beda produk barang dengan Jasa?
6. apakah titik impas suatu produk akan tetap sepanjang jaman atau bisa berubah?bagaimana menurut pandangan anda ?


Jawaban dikirim via email ke susiana64@gmail.com, paling lambat Senin, 10 Februari 2014, jam 20.00 (waktu indonesia bagian barat lho)

tk

Kamis, 23 Januari 2014

Tugas SKUH - kelas khusus STP Sahid

Tugas SKUH


  1. Dalam pembuatan studi kelayakan bisnis, apa sebenarnya yang menjadi tujuan utamanya?
  2. Apa aspek aspek yang harus ada dalam dokumen studi kelayakan bisnis yang anda buat, jelaskan jawaban saudara
  3. Jelaskanlah tentang 3 jenis badan usaha yang anda ketahui
  4. Jika dilihat dari aspek pemasaran, jalaskan bagaimana kaitan strategi STP (Segmenting, Targeting , Positioning) dengan strategi bauran pemasaran dalam menilai keberhasilan investasi

Jawablah pertanya pertanyaan di atas, dan jawaban dikirim via email ke susiana64@gmail.com, paling lambat Rabu, 29 Januari 2014 pukul 23.59

Kamis, 19 Desember 2013

Tugas MSDM - STP SAHID Serpong

Bacalah baik-baik tulisan di bawah ini: The Ritz-Carlton: New Gold Standards ( Mitchelli, 2009)
  1.     ……Jaringan The Ritz-Carlton di Amerika juga  punya citra sama , sebuah hotel mewah dengan standar pelayanan emas untuk menampung tamu terhormat. Maka, dia menciptakan standar pelayanan dasar untuk hotelnya. Seluruh karyawan berpakaian seragam, ada kamar mandi pada setiap kamar tamu serta ruangan khusus di lobi, tempat untuk menerima tamu. Karena yang dilayani adalah para ladies and gentlemen, maka sebutan untuk karyawannya, dari tukang angkat koper sampai general manager semua sama, mereka juga disebut ladies and gentlemen.
  2.   Bekerja dalam industri perhotelan memang menarik, apalagi untuk mereka yang gemar dengan kehidupan mewah. Namun,  sekali seseorang memilih profesi tersebut, mereka harus berdedikasi secara tuntas.”Hotel bukan tempat untuk mereka yang hanya senang bertugas antara pukul 09.00 dan 17.00. Mereka harus sadar, akhir pekan dan masa liburan sering tidak bisa dinikmati dan bukan waktu untuk bersantai dengan keluarga. Sebab, sering terjadi pada saat tersebut mereka justru harus bekerja ekstra demi melayani tamu,” kata Simon Cooper, Presiden The Ritz-Carlton Hotel Company, pengelola 69 hotel mewah sejak di Dubai sampai Dallas, mulai dari Shanghai sampai Santiago. Tahun 2011 mendatang, sasarannya membangun jaringan 100 hotel mewah di seluruh dunia berikut kepemilikan residences (apartemen), kelab, dan properti lainnya.
  3. .  ..... Kunci sukses The Ritz-Carlton, tidak peduli apa jabatan dan posisinya, semua karyawan akan diperlakukan sebagai anggota keluarga. Kebijakan tersebut berhasil membangun loyalitas kepada perusahaan. Selain itu, setiap hari semua karyawan selalu menyimpan kartu kredo, tiga langkah pelayanan sebagai inti dasar budaya perusahaan, dalam saku baju seragam mereka. Pertama, ucapkan salam hangat kepada tamu dengan tulus sambil menyebut namanya. Kedua, penuhi semua permintaan pelanggan. Ketiga, sewaktu berpisah, ucapkan selamat jalan dan sebut lagi namanya.
  4. Kredo di atas ikut melengkapi motto The Ritz-Carlton, ”Ladies and Gentlemen are serving Ladies and Gentlemen”. Bagi sebagian orang, motto tersebut mungkin dianggap kuno atau terlalu mengada-ada, khususnya pada masa kini yang serba sibuk. Namun, Horst Schulze, bekas Presiden Ritz-Carlton, melukiskan, ”…justru dengan motto tersebut, setiap tamu yang datang ke hotel kami secara otomatis sudah bisa mengharapkan, pasti mendapatkan layanan profesional. Semua staf berinteraksi sejajar, dan pimpinan puncak menjaga ladies dan gentlemen mereka dari segala macam gangguan, sebagaimana layaknya sesama anggota keluarga.
  5. Kisah sukses Ritz-Carlton bisa dicapai berkat pemilihan karyawan (proses rekrutmen dan seleksi) secara cermat lewat proses pendekatan pribadi yang teliti. Begitu lolos, para karyawan kemudian diperlakukan sebagai anggota keluarga, mendapat kesempatan mengembangkan untuk bisa diri, dan diberi kehormatan dengan sebutan ladies dan gentlemen.. Terciptanya "Hubungan kesetiaan Pelanggan dalam nilai-nilai pelayanan yang kita lakukan", diterapkan dengan apa yang disebut sebagai The New Gold Standard.
  6. .. Ada 5 kerangka Prinsip Nilai Kepemimpinan yang digunakan oleh Ritz-Carlton Hotel dalam mengembangkan pelayanan pada customernya yaitu:
a.       Define and Redifine, (Memahami kebutuhan pelanggan yang selalu berkembang)
b.      Empower Through Trusts (Memberdayakan karyawan dengan memperlakukan mereka dengan hormat sepenuhnya- penggunaan istilah Ladies and gentlemen are serving for ladies and gentlemen)
c.       Its Not About You (Fokus pada orang lain-dalam hal ini pelanggan)
d.      Deliver "WOW" (Mengantisipasi kebutuhan dan kekhawatiran pelanggan yang tidak mereka ungkapkan)
e.      Leaving a Lasting Footprint (Mengembangkan dan melaksanakan system pelatihan yang tak terkalahkan

Dari tulisan di atas, analisis mana saja yang menjadi fungsi manajemen sumberdaya manusia, dan bagaimana pendapat anda mengenai Manajemen SDM di Ritz-Carlton  seperti dalam tulisan di atas
Jawaban dikirimkan ke susiana64@gmail.com, dalam bentuk MS doc. Paling lambat Minggu, 22 Desember 2013, pukul 23.59


Selamat Libur, Selamat Tahun Baru 2014

Semoga semua menjadi lebih baik dan lebih sukses dan selalu dalam lindungan NYA

Jumat, 22 November 2013

kuliah skb - kelas stp serpong

Tugas Terstruktur


Rancang sebuah bisnis usaha dibidang pariwisata, dengan perincian sbb

Fokus pada aspek :

Pasar dan pemasaran

Aspek manajemen

Aspek teknis operasional

buat draft sementara, kirimkan ke susiana64@gmail.com paling lambat Sabtu, 23 Nopember 2013 pk 23.59

kuliah komunikasi budaya- Simpati dan Empati - PBU VII - Hotel

Fenomena
Fenomena komunikasi antara komunitas  berbeda budaya semakin rumit, sejalan dengan semakin beragamnya konsep diri, minat, kepentingan, gaya hidup, kelompok rujukan, sistem kepercayaan dan nilai yang berkembang. Walaupun memiliki budaya yang sama, tapi dalam suatu komunitas yang terdiri dari beberapa ras, pasti ada perbedaan atau secara tidak sadar, perbedaan itu dimunculkan dan akhirnya menjadi suatu prasangka. Dari prasangka-prasangka inilah akhirnya selalu terjadi terjemahan informasi yang salah.

Banyak fenomena komunikasi yang mungkin atau bahkan sering kita alami, baik secara sadar atau tidak sadar. Ketika kita berada di suatu budaya yang berbeda, ini akan sangat terasa. Saya akan menceritakan beberapa fenomena komunikasi yang pernah saya alami, khususnya dari segi bahasa yang akhirnya menimbulkan prasangka lain.

Di Bandung, kalau kita tidak bisa berbahasa Sunda, maka kita akan menjadi sasaran empuk sopir angkutan kota (angkot). Waktu pertama kali saya berada di Bandung (3 tahun yang lalu), saya sering mendapat perlakuan yang tidak adil dari hampir semua sopir angkot yang angkotnya pernah saya tumpangi dalam hal ongkos/biaya yang harus saya bayar dengan jarak yang saya tempuh. Ketika saya turun dari angkot dan saya membayar ongkos dengan tidak menggunakan uang pas, maka ongkos yang seharusnya Rp 2.000,- dalam sekejab akan berubah menjadi Rp 3.000,-

Berbeda dengan di Yogyakarta. Di Yogyakarta, ketika berbelanja di Malioboro dan menawar barang dengan berbahasa Indonesia dan logat yang sedikit berbeda, maka harga barang yang seharusnya 15 ribu akan berubah menjadi 30 ribu. Perbedaan yang cukup drastis.

Warna kulit juga merupakan salah satu perbedaan yang sangat mencolok di suatu daerah berbeda. Waktu saya masih berdomisili di Yogyakarta, ketika berbelanja di warung yang sedang ramai, maka hukum ras akan sangat berlaku. Walaupun kita sudah antri 1 jam, jika kita bukan orang pribumi (warna kulit sedikit gelap) yang berkulit "sawo matang", maka kita akan menjadi orang terakhir untuk dilayani. Dalam mencari kost-kost-an pun demikian.

Ini adalah pengalaman teman kost saya (waktu masih di Yogyakarta) yang berasal dari Batak. Dia bercerita bahwa ketika tiba di Yogyakarta, dia sangat kesulitan dalam mencari kost-an. Walaupun di depan pintu ada tulisan "TERIMA KOST PUTRI", tetapi ketika ibu kost-nya keluar dan mendengarkan logat Batak-nya yang kental, tanpa basa basi, pemilik kost-an tersebut langsung mengatakan bahwa semua kamar sudah penuh. Bahkan ada yang dengan jujur mengatakan "Kamu orang Batak ya? Maaf, di sini tidak menerima orang Batak karena orang Batak hanya bisa membuat keributan". Dia sangat putus asa, tapi akhirnya ada temannya (orang Jawa) yang berhasil meyakinkan salah satu pemilik kost dan akhirnya mau menerima dia. Sungguh perjuangan yang luar biasa, dan perbedaab yang luar biasa pula.

Pengalaman yang menunjukkan tentang komunikasi antar budaya yang menimbulkan prasangka juga dapat kita lihat dalam film "How Biased are You" (belum pernah nonton? Buruan cari filmnya selagi masih ada). Dalam film ini terlihat begitu banyak perbedaan antara orang berkulit hitam dan orang berkulit putih walaupun memiliki budaya yang kurang lebih sama. Dalam melakukan banyak hal, orang kulit putih lebih diutamaka/didahulukan dibanding orang kulit hitam. Bahkan secara tidak langsung, ketika melakukan tes pada beberapa orang berkulit putih dan berkulit hitam, keduanya lebih berpihak pada orang berkulit putih.

Perbedaan mungkin kita anggap biasa dan wajar-wajar saja, tetapi tanpa kita sadari perbedaan membuat kita menjadi egois dan bahkan secara perlahan tapi pasti membawa kita pada kehancuran. Kita akan mulai kehilangan EMPATI pada orang lain jika perbedaan itu terus kita pertahankan dan kita biarkan menghantui kita.

Seperti yang ada dalam film "Haw Biased are You", dalam tes yag diberikan kepada beberapa orang berkulit hitam, tanpa mereka sadari, mereka sudah lebih berpihak pada orang berkulit putih. Mereka sendiri mengakui bahwa sebenarnya dari lubuk hati mereka yang paling dalam tidak seperti itu. Lalu faktor apa yang menyebabkan hal ini bisa terjadi? Mengapa hasil tes tersebut bisa berbeda dengan pengakuan mereka? Itu artinya perbedaan tersebut bisa dihilangkan. Berikut beberapa teori yang berkaitan dengan masalah ini.

Kerangka Teori
Cara kita berpikir dapat terkondisikan secara kultural. Budaya-budaya Timur melukiskan sesuatu dengan visualisasi-visualisasi, sedangkan budaya Barat cenderung menggunakan konsep-konsep.

Pada dasarnya manusia menciptakan budaya atau lingkungan sosial mereka sebagai suatu adaptasi terhadap lingkungan fisik dan biologis mereka. Kebiasaan-kebiasaan, praktik-praktik, tradisi-tradisi untuk terus hidup dan berkembang diwariskan dari suatu generasi ke generasi lainnya dalam suatu masyarakat tertentu.

Budaya adalah gaya hidup unik suatu kelompok manusia tertentu. Budaya bukanlah sesuatu yang dimiliki oleh sebagian orang dan tidak dimiliki oleh sebagian orang lainnya - budaya dimiliki oleh semua manusia dan dengan demikian merupakan suatu faktor pemersatu. Budaya juga merupakan pengetahuan yang dapat dikomunikasikan, sifat-sifat perilaku dipejari yang juga ada pada anggota-anggota dalam suatu kelompok sosial dan berwujud dalam lembaga-lembaga dan artefak-artefak mereka.

Kaidah emas menyuruh kita memperlakukan orang lain seperti kita ingin diperlakukan oleh mereka. Dalam kaidah ini terkandung asumsi kesamaan: bahwa orang lain seperti diri kita dan karena ia ingin diperlakukan sama. Kesamaan mengandung makna realitas yang tunggal dan mutlak, dan pemikiran seperti itu adalah dasar etnosentrisme.Kaidah emas membawa kita pada strategi komunikasi simpati; yakni menganggap orang lain berpikir dan merasa seperti kita dalam menghadapi situasi yang sama.

Untuk mengatasi Kaidah Emas, kita harus mengasumsikan adanya perbedaan diantara orang-orang dan adanya realitas ganda. Bila kita menggunakan prinsip ini, kita menggunakan strategi komunikasi empati; yakni secara imajinatif kita mengalami dunia dari perspektif orang lain. Kemampuan empati dapat dikembangkan dengan mengikuti enam langkah yang saling berkaitan. Berbeda dengan Kaidah Emas, komunikasi empati mendorong kepekaan interasial dan interkultural.

Kaidah Emas ini adalah puncak gunung es ideologi yang meghalangi perjalanan menuju pengertian interkultural dan perdamaian internasional. Kaidah Emas dan asumsi serta strategi yang menyertainya tidak efektif. Kita hanya ingin menyatakan bahwa keefektifan pendekatan ini sangat dibatasi perbedaan manusiawi.

Berlawanan dengan asumsi bahwa semua orang pada pokoknya sama, kita dapat mengasumsikan bahwa setiap orang pada hakikatnnya unik. Teori ini dapat kita sebut sebagai "hipotesis serpihan salju". Bila kita melihat kesamaan yang tampak lebih secara lebih dekat, kita akan melihat keanekaragaman yang hampir tidak terbayangkan. Pengamatan manusia yang lebih cermat juga mengungkapkan keanekaragaman seperti ini. Jelaslah bagi kita bahwa kategori yang kita gunakan untuk mengasumsikan adalah generalisasi yang dibuat dari jauh - dari jarak yang dilestarikan oleh abstraksi seperti Kaidah Emas.

Jika kita menolak kaidah emas untuk menolak perbedaan, keanekaragaman karakteristik manusia yang mempesona segera tampak. Bukan saja perbedaan itu nyata dalam bahasa dan budaya, tetapi juga dapat diamati dalam tingkat fisiologis. Seperti serpihan salju, orang berbeda dalam sidik jarinya, pola gelombang otak, pola suara, dan komposisi lainnya. Disamping perbedaan bahasa dan budaya pada suatu sisi dan perbedaan fisiologis pada sisi yang lain, orang juga berbeda secara individual dalam pola psikologisnya.

Asumsi perbedaan konsisten dengan teori realaitas majemuk. Teori-teori ini berpendapat, seperti konstruk personal, bahwa realitas bukanlah kuantitas yang tepat dan dapat ditemukan. Realitas adalah kualitas yang berubah-ubah dan dapat diciptakan. Dalam filsafat, pandangan ini diwakili oleh fenomenologi dan berbagai sistem neofenologis yang sekarang ini meneliti implikasi filosofis dari fisika modern. Yang paling penting dari teori-teori ini adalah relativitas kerangka rujukan.

Strategi komunikasi yang paling tepat dengan realitas majemuk dan asumsi perbedaan adalah empati. Seperti simpati, istilah ini juga dugunakan dalam arti bermacam-macam. Dalam penggunaan sehari-hari, empati sering didefinisikan sebagai berada pada posisi orang lain; sebagai simpati yang dalam; sebagai kepekaanan kepada kebahagiaan bukan kesedihan; dan sebagai sinonim langsung dari simpati.

Begitu meluasnya kaidah emas ini sehingga hanyalah usaha terpadu yang dapat menghilangkan pengaruhnya pada komunikasi kita. Enam langkah dalam prosedur ini menjadi petunjuk mengembangkan keterampilan empati. Setiap langkah adalah persyaratan yang diperlukan untuk langkah sebelumnya atau bila gagal bergerak dengan tepat. Bila prosedur ini diambil seluruhnya dan secara berurutan, maka prosedur ini mencerminkan pendekatan yang efektif untuk memahami perbedaan.
Langkah pertama: Mengasumsikan Perbedaan.
Langkah kedua: Mengenali Diri
Langkah ketiga: Menunda Diri
Langkah keempat: Melakukan Imajinasi Terbimbing
Langkah kelima: Membiarkan Pengalaman Empati
Langkah keenam: Meneguhkan Kembali Diri

Walaupun empati dapat digunakan dalam berbagai situasi komunikasi, dalam makalah ini kita hanya mencurahkan perhatian pada penggunaannya untuk memahami perbedaan. Sebagaimana ditunjukkan oleh konotasi simpati yang etnosentrik, yang disebut terdahulu, penggunaan empati dapat menciptakan iklim yang lebih sensitif dan terhormat untuk komunikasi interasial dan interkultural. Dengan empati, kita dapat mengatasi kaidah emas, dan menggantikannya dengan "Kaidah Platina": "Perlakukanlah orang lain seperti mereka memperlakukan diri mereka sendiri".

Pembahasan
Dalam kenyataan yang ada, baik di film "How Biased are You" maupun kisah nyata yang kita alami sendiri memperlihatkan bahwa komunikasi antar komunitas berbeda akan semakin rumit dengan perbedaan-perbedaan yang terlihat dan pernah kita alami. Tapi bukan berarti hal ini tidak bisa dihilangkan atau dihindari. Dengan mempelajari beberapa teori di atas, kita bisa memulai untuk me-manage perbedaan-perbedaan yang ada mulai dari dalam diri pribadi kita masing-masing.

Teori-teori yang ada bisa kita terapkan dalam kehidupan kita pribadi dengan tetap menyadari bahwa setiap budaya itu berbeda dan antara orang yang satu dengan yang lain pasti ada perbedaan dalam banyak hal, terutama perbedaan nilai-nilai yang dianut.

Kaidah emas menyuruh kita memperlakukan orang lain seperti kita ingin diperlakukan oleh mereka. Dalam kaidah ini terkandung asumsi kesamaan: bahwa orang lain seperti diri kita dan karena ia ingin diperlakukan yang sama. Kesamaan mengandung makna realitas yang tunggal dan mutlak dan pemikiran seperti itu adalah dasar etnosentrisme. Kaidah emas membawa kita pada strategi komunikasi simpati; yakni menganggap orang lain berpikir dan merasa seperti kita dalam menghadapi situasi yang sama. Hal ini bisa membantu atau menolong kita dalam meminimalisir perbedaan. Ketika kita saling memahami, mengerti dan memperlakukan orang lain dengan sewajarnya, maka hal itupun yang akan kita terima.

Sekarang kita melihat, bagaimana kaidah emas berasal dari asumsi kesamaan manusia - asumsi yang konsisten dengan teori realitas tunggal. Strategi komunikasi yang melaksanaka kaidah emas adalah simpati yang antara lain berupa penggeneralisasian pikiran dan perasaan dari kerangka rujukan kita sendiri. Walaupun simpati dapat melahirkan pengertian tentang orang lain dalam situasi yang betul-betul sama, simpati banyak mengandung kerugian dalam situasi ketika ditemukan perbedaan manusiawi.

Strategi komunikasi yang paling tepat dengan realitas majemuk dan asumsi perbedaan adalah empati. Seperti simpati, istilah inipun digunakan dalam arti bermacam-macam. Dalam penggunaan sehari-hari, empati sering didefinisikan sebagai berada pada posisi orang lain. Kadang kita tidak bisa memahami bagaiman orang lain diperlakukan, atau orang lain tidak begitu respek dengan simpati yang kita berikan. Tetapi lebih membutuhkan empati dari kita. Butuh diperlakukan seperti bagaiaman mereka ingin diperlakukan.

Solusi
Solusi yang dapat saya berikan untuk mengatasi perbedaan yang dapat menimbulkan prasangka adalah:
1. Mengasumsikan perbedaan, mengenali diri, menunda diri, melakukan imajinasi terbimbing, membiarkan pengalaman empati, meneguhkan kembali diri.
2. Memperlakukan orang lain dengan baik
3. Menghilangkan perbedaan dari pikiran kita, sehingga tidak menimbulkan prasangka.
4. Memahami posisi orang lain, dan
5. Memperlakukan orang lain seperti bagaimana mereka ingin diperlakukan

Kesimpulan

Perbedaan mungkin kita anggap biasa dan wajar-wajar saja, tapi tanpa kita sadari, perbedaan membuat kita egois dan bahkan secara perlahan tapi pasti membawa kita kepada kehancuran. Kita akan mulai kehilangan EMPATI pada orang lain jika kita perbedaan itu terus kita pertahankan dan kita biarkan menguasai kita.

Saat orang mulai memperbesar perbedaan, itulah prasangka. Oleh karena itu, sebisa mungkin kita harus meminimalisir perbedaan yang ada, mulai dari diri kita masing-masing, sehingga prasangka itu tidak ada dan kita bisa memperlakukan orang lain dengan baik tanpa melihat perbedaan apapun termasuk perbedaan budaya.

Strategi komunikasi yang paling tepat dengan realitas majemuk dan asumsi perbedaan adalah empati. Kadang kita tidak bisa memahami bagaiamana orang lain diperlakukan, atau orang lain tidak begitu respek dengan simpati yang kita berikan, tetapi mereka lebih membutuhkan empati dari kita, butuh diperlakukan sebagaimana mereka ingin diperlakukan.

Referensi:
1. Mulyana Deddy, Dr. M.A., Jalaluddin Rahmat, Drs. M.Sc. 2006. Komunikasi Antar Budaya. Bandung. PT. Remaja Rosdakarya
2. Film "How Biased 
 You"
Diposkan Lea Belandina dalam http://belandina.blogspot.com/

Tugas anda:
Baca baik-baik tulisan di atas, jawablah:
1.Jelaskan tentang apa yang dimaksud dengan kaidah emas
2.Jelaskan pula apa yang dimaksud dengan simpati dan empati
3.Menurut anda bagaimana sebaiknya kita menyikapi perbedaan budaya?

Kumpulkan pada jumat 23 nopember 2013 pk 10.00 pagi