Selasa, 01 Oktober 2013

Kulia 6 Ekonomi Pariwisata - PBU 7 UPW

1.       Jelaskanlah yang dimaksud dengan 10 prinsip ekonomi, dan pada saat  kapan suatu barang disebut barang ekonomi
2.       Bagaimana dengan ekonomi pariwisata? Jelaskanlah jawaban Saudara
3.       Apa yang dimaksud dengan hukum penawaran, dan bagaimana ciri khasnya?
4.       Apa yang dimaksud dengan hukum permintaan, bagaimana ciri khasnya?
5.       Apa  beda dari  produk barang dan jasa?

6
di kumpulkan jumat 4 Oktober 2013, pk 23.59 via email susiana64@gmail.com

Kuliah 5 Ekonomi Pariwisata - PBU 7 UPW

1.     Kerjakanlah soal berikut ini 


      Berapakah titik impas dari kasus dalam pasar persaingan sempurna di bawah ini:
Permintaan suatu barang ditunjukkan dengan persamaan     Q = 60 – 10P; dan penawaran barang ditunjukkan dengan persamaan  Q = 5P + 15. dimana Q adalah jumlah barang dan P adalah harga.
 (a)Carilah titik keseimbangan pasar dari permintaan dan penawaran di atas  (ekuilibrium)  

 (b) gambarkan kurva keseimbangan permintaan dan penawaran barang tersebut 

Kerjakan dan di kumpulkan pada Jumat 4 Oktober 2013, pk 23.59
subject: Ekonomi pariwisata -PBU 7 UPW

Minggu, 02 Juni 2013

Tata cara makan ala barat- Kuliah Pengantar Hospitalitas ROXY

Etika makan atau Table Manners adalah aturan yang harus dilakukan saat bersantap
bersama di meja makan. Etika makan diperkenalkan oleh bangsa Eropa yang merupakan
aturan standar terutama saat bersantap bersama-sama di sebuah acara resmi atau acara
makan bersama di keluarga besar.
Jika mampu menunjukkan sopan santun di meja makan, sebenarnya secara tidak langsung
menunjukkan kualitas pergaulan, intelektualitas dan etika pergaulan seseorang. Etika
makan tidak dibentuk secara tiba-tiba. Kualitas etika makan harus dilakukan sejak usia
anak dan remaja. Dengan kebiasaan sehari-hari dengan melakukan etika makan yang baik
maka merupakan proses pembelajaran yang sangat baik. Bila etika makan dibentuk
secara instan maka akan menghasilkan kualitas etika makan yang canggung dan tidak
luwes. Bila seseorang diundang di sebuah restoran terkenal atau jamuan makan malam
resmi dengan meja makan yang sudah di setting sedemikian rupa harus mengikuti aturan
etika makan yang baik.
Beberapa etika umum yang harus dilakukan adalah :
1. Bila pelayan tidak memberikan anda duduk, Duduk dan tariklah bangku dengan
dua tangan.
2. Bukalah serbet atau napkin dengan wajar taruh di pangkuan anda
3. Jika sudah siap memesan menu, lihat daftar menu dengan wajar, jangan terlalu
lama. Segera menunjuk menu yang anda pilih. Setelah itu biasanya pelayan
mempersilakan anda mencicipi menu pembuka atau Appetizer.
Jamuan formal terdiri dari beberapa menu
· Hidangan Pembuka (Appetizer)
· Sebelum hidangan pembuka disajikan biasanya diatas meja disediakan roti
sebagai panganan, anda bisa makan roti ini dengan tangan. Hidangan pembuka
biasanya juga terdiri dari dua macam, Hot Appetizer dan Cold Appetizer. Hot
Appetizer biasanya Sup. Aduklah sup itu perlahan, jangan dipangku ditangan
anda, biarkan tetap diatas meja. Jangan sekali-kali meniup sup. Gunakan sendok
sup yang sudah disediakan, biasanya lebih kecil. Kalau Cold Appetizer bisa
berupa salad, ambil garpu di tangan kiri dan pisau di tangan kanan, sekali lagi
pilihlah alat makan yang disediakan, biasanya lebih kecil dari alat makan
hidangan utama. Janagn ragu-ragu mengelap mulut anda bila ada sisa makanan
disana. Jangan mengelap dengan satu tangan.
Hidangan Utama (Main Course)
· Bila hidangan utama sudah tiba, jangan salah kalau anda sedang diundang jamuan
makan ala internasional, umumnya ada dua cara menyantap hidangan utama.
Hidangan utama sering berupa daging, steik atau sea food. Bila menggunakan ala
Amerika biasanya daging dipotong lebih dahulu baru disantap menggunakan
sendok dengan tangan kanan. Cara Eropa lain lagi, biasanya langsung dipotong
dengan pisau di tangan kanan lalau memakan dengan garpu di tangan kiri.
Hidangan Penutup (Dessert)
· Puas menyantap hidangan utama, saatnya anda menikmati hidangan penutup.
Hidangan penutup umumnya berupa makanan atau minuman dingin, seperti
cocktail, ice cream atau jus. Jangan makan hidangan penutup langsung setelah
anda menghabiskan makanan utama. Berilah waktu untuk perut anda. Setelah
dirasa cukup dan hidangan penutup sudah siap, amkaan anda bisa menyantapnya.
Bila hidangan pentup anda berupa minuman yang ada hiasan diatasnya. Makanlah
hiasannya atau sisihakan terlebih dahulu. Baru minum isinya.
Setiap negara memiliki aturan meja makan yang berbeda-beda. Namun, ada
beberapa aturan dasar yang terdapat di setiap etika makan, yaitu :
· Makan dengan mulut yang tertutup saat mengunyah makanan
· Berbicara dengan volume suara yang rendah
· Tutupi mulut saat batuk atau bersin
· Jangan menyandarkan punggung di sandaran kursi
· Jangan menimbulkan suara saat mengunyah makanan
· Jangan memainkan makanan dengan peralatan makan
· Jangan mengejek atau memberitahu seseorang bahwa dia memiliki etika makan
yang buruk
· Jangan bersendekap di meja makan
· Selalu meminta ijin ke empunya acara saat akan meninggalkan meja makan
· Jangan menatap mata orang lain saat dia sedang makan
· Jangan berbicara melalui telepon di meja makan. Meminta ijinlah saat anda benar
benar harus menjawab telepon, dan meminta maaflah saat kembali.
· Jangan menimbulkan suara saat memakan sup
· Letakkan garpu di sebelah kiri dan garpu disebelah kanan bersama-sama di arah
jam 5 di atas piring dengan bagian pisau yang tajam menghadap ke dalam. Ini
menandakan bahwa anda telah selesai makan.
· Lap yang disediakan di atas meja tidak boleh digunakan
· Jangan menghilangkan ingus dengan lap tangan. Lap yang disiapkan untuk anda
hanya untuk membersihkan mulut bila kotor
· Jangan mengambil makanan dari piring orang lain dan jangan memintanya juga
· Telan semua makanan yang ada di mulut sebelum minum
· Jangan menggunakan tangan saat mengambil makanan yang tersisa di dalam
mulut, gunakan tusuk gigi
· Usahakan untuk mencicipi semua makanan yang disediakan
· Tawarkan ke orang di sebelah anda saat anda akan menuangkan minuman ke
gelas anda
· Sisakan makanan sedikit bila anda tidak ingin atau tidak sanggup menghabiskan
makanan
· Tunggu ada aba-aba untuk mulai memakan makanan yang dihidangkan
· Menambahkan bumbu setelah mencicipi makanan dianggap kasar dan menghina
koki
· Kecuali di restoran, jangan minta untuk menyingkirkan sisa makanan anda
kecuali acara makan sudah selesai dan jangan pernah melakukan bila diundang ke
acara formal.
· Jangan lupakan satu hal yang umum, jangan lupa untuk selalu mengatakan
‘tolong’ dan ‘terima kasih’ setiap kali anda meminta bantuan
Tata Letak dan Etiket umum
A. Serbet
B. Piring utama
C. Mangkok sop dan tatakannya
D. Piring roti dan mentega dengan pisau roti
E. Gelas air
F. Anggur putih
G. Anggur merah
H. Garpu ikan
I. Garpu utama
J. Garpu salad
K. Pisau utama
L. Pisau ikan
M. Sendok sop
N. Sendok makanan pencuci mulut dan garpu kue
Perhatikan bahwa posisi garpu salad (J) disarankan untuk diletakkan disebelah kiri garpu
utama (I). Bagaimanapun juga untuk jamuan resmi garpu utama digunakan sebelum
garpu salad, karena itu sebaiknya para tamu menunggu hidangan utamanya sebelum
mengambil salad.
Apa yang harus dilakukan
Kapan memulai makan:
Tidak sesuia dengan nasehat orang tua, para pakar etiket malah menganjurkan untuk
memulai makan tanpa harus selalu menunggu orang lain – mulailah makan saat makanan
hangat disajikan. Untuk makanan dingin atau buffets, tunggulah hingga tuan rumah
mempersilakan makan, dan tunggu pula hingga tamu utamanya mulai mengambil
makanan.
Makanan yang dapat dipegang dengan tangan:
· Roti: break slices of bread, rolls and muffins in half or into small pieces by hand
before buttering.
· Daging : jika potongan dagingnya tebal, makanlah dengan menggunakan pisau
dan garpu. Jika garing, pecahkan dengan garpu dan makanlah dengan tangan.
· Makan dengan tangan: Ikuti pedoman tuan rumah. Jika makanan tersebut
disajikan dalam piring, ambil dan letakkan pada piring anda sebelum
memakannya.
· Makanan yang biasanya langsung dimakan dengan tangan: jagung pada ikan
tongkol, tulang iga, lobster, kepiting dan tiram dengan cangkang terbuka,
sayapayam dan tulang (untuk situasi tidak resmi), sandwiches, beberapa jenis
buah tertentu, buah zaitun, seledri, roti dan kue kering.
Membuang makanan yang terselip dari mulut:
1. Serpihan buah zaitun: keluarkan dengan hati-hati ke telapak tangan sebelum
membuangnya ke piring.
2. Tulang ayam: gunakan garpu untuk membuang ke piring.
3. Duri ikan: buanglah dengan jari.
4. Bagian yang lebih besar: tulang atau makanan yang tidak ingin anda makan
keluarkan dengan hati-hati dan tersembunyi ke dalam serbet makan hingga tidak
diketahui orang lain.
Tata cara untuk minum :
· MUG (gelas agak besar tanpa kaki) yang digunakan untuk minum kopi, teh atau
minuman panas lainnya, biasanya digunakan pada acara tak resmi. Tatakan
biasanya disertakan untuk meletakkan sendok kecil, bahkan kadang tidak
disediakan sama sekali. Bila disertai tatakan/lepek, biasanya sendok diletakkan
dengan posisi menghadap ke bawah atau di sisi piring mentega atau piring makan.
Jangan lupa mengeluarkan sendok dari mug pada waktu akan minum.
· Letakkan teh celup yang sudah dicelupkan ke dalam cangkir yang berisi air panas
pada piring alas/tatakan cangkir.
· Sebelum mereguk es teh manis, es kopi susu, atau jus, jangan lupa singkirkan
sendok pengaduk yang berbentuk panjang. Letakkan di tatakan setelah selesai
mengaduk minuman. Bila tak tersedia, jangan lupa memintanya.
· Bila kopi atau teh tumpah, tanyakan apakah bisa mengganti tatakan. Bila tidak
memungkinkan, gunakan serbet atau tisu untuk membersihkannya. Hal ini untuk
menghidari tumpahan yang lebih banyak atau mengenai baju Anda.
· Jika disuguhi minuman dengan gelas yang biasa digunakan untuk anggur merah,
pegang kaki gelas. Untuk anggur putih, pegang badan gelas untuk menjaga
kedinginan minuman tersebut. Bila di gelas minuman terdapat hiasan buah seperti
stroberi, ceri, dan lainnya tapi Anda tidak ingin memakannya, boleh disingkirkan.
· Sebaiknya jangan meniup minuman yang panas untuk mendinginkannya. Agar
cepat dingin, Anda bisa mengaduk minuman secara perlahan atau tunggu sampai
panasnya berkurang.


Tugas anda:
1. Buat skema tata letak peralatan makan ala barat seperti yang diminta di atas, jika anda diharuskan mempersiapkan table nya
2. menurur anda, mengapa penting kita mengetahui, dan mampu melakukan tata cara makan sesuai etiket di atas?

Jika ada pertanyaan bisa diajukan via email atau langsusngvia blog ini
Tugas dikumpulkan pada hari Senin 3 Juni 2013, paling lambat pukul 23.59

Selamat mengerjakan

Jumat, 24 Mei 2013

Kuliah 9 MICE- Kelas Roxy- Lingkungan Wisata Konvensi

Kegiatan penyleggaraan wisata konvensi melibatkan banyak segmen industri yang berdivervisikasi sangat luas dengan kegiatan sangat luas dengan kegiatan bisnisnya yang beraneka ragam.”Kerja Besar” program suatu konvensi internasional tidak bias ditangani oleh seorang saja,melainkan harus bekerja sama dengan orang lain yang kegiatan bisnisnya berada di segmen-segmen bidang lain yang berbeda-beda.

LOKASI TEMPAT PERSIDANGAN KONVENSI
(Venues of the Convention)

- gedung pusat konvensi (Convention Center)
- balai kota (town hall)
- pekan raya (trade fairs)
- hotel pegunungan/pantai (resort hotels)
- hotel pinggir kota (suburban hotels)
- kapal pesiar (cruise ships)

Menentukan lokasi (site) kegiatan persidangan konvensi harus melalui pertimbangan pilihan.Pertimbangan itu menyangkut ukuran,sifat,danjenis kegiatan program yang hendak diselenggarakan.
PUSAT-PUSAT USAHA KONVENSI
(Convention Management Centers)

- Biro Konvensi (convention Bureaus)
- Organisasi Penyelenggara konvensi Profesional (Professional Convention Organizers =PCO)
- Perancang Persidangan Swakarsa (Independent Meeting Planners)
- Usaha Pengelola Asosisasi (Assiciation Management Companies)
- Usaha Kawasan Wisata (Destination Management Companies)
- Wisma Perjalanan Insentive (Incentive Travel House)

Adalah merupakan hal yang mendasar bahwa usaha-usaha wisata konvensi bekerja atas prinsip-prinsip yang sama dengan usaha destinasi kawasan wisata dan usaha-usaha lain speerti tersebut di atas.

PUSAT-PUSAT USAHA PAMERAN
(Exhebition Managemen Centres)

- Organisasi Adilaksa Pameran
- Usaha Pameran Dagang
- Usaha Pameran Ilmiah
- Usaha Pekan Raya
- Asosiasin Desainer& Produser pameran
Baik penyelenggara pameran maupun peserta pameran yang mewakili perusahaan koorporasi yang membuat produk barang serta jasa pelayanan.

USAHA ANGKUTAN (Transportasi Companies)

- Perusahaan penerbangan Komersial
- Perusahaan Bus Wisata
- perusahaan Sewa Mobil
- Perusahaan Kereta Api
- Perusahaan Taksi

Unsur eksebilitas transportasi merupakan salah satu syarat penting bagi segmen komponen industri pariwisata, termasuk wisata konvensi tentunya.

ORGANISASI-ORGANISASI NASIONAL
- Organisasi Pariwisata Nasional
- Asosiasi Perjalanan Wisata Nasional
- Asosiasi hotel& Rumah Makan nasional
- Asosiasi Penerbangan Nasional
- Pusat Informasi Wisatawan
Data di atas merupakan petunjuk betapa banyaknya asosiasi atau perhimpunan nasional yang bergerak dari berbagai segmen indiustri pariwisata.

USAHA AKOMODASI DAN MAKAN-MINUM
Perusahaan akomodasi termasuk didalamnya:Hotel ,Apartemen,Rumah Penginapan,Motel,Peristirahatan,Bungalow ,vila,Rumah tamu,Pondok dan lain-lain.

USAHA MAKAN DAN MINUM (FOOD AND BEVERAGE)
Restaurant, rumah makan, catering caffee shop, cabana, pub, café, bir & minuman ringan, kopi, teh, air mineral, minuman keras, minuman tradisional.

USAHA JASA WISATA
- Biro Perjalanan Wisata (travel Bureaus)
- Klub Selancar(surving club)
- Klub Arung Jeram(Rafting club)
- klub Balap Mobil(Motor Circuit Club)
- Biro perjalanan wisata induk(travel wholesalers)
Perancang perjalanan diharapkan agar senantiasa jeli dalam mencari peluang dan celah untuk menciptakan perjalanan insentif.

PERHIMPUNAN DAN ORGANISASI INTERNASIONAL
(internasional asaosiation& organization)
- Organisasi Pariwisata Dunia (WTO)
- Asosiasi Perjalanan Wisata Pasifik –Asia (PATA)
- Asosiasi Hotel Dan Restaurant Internasional (IHRA)
- Asosiasi Pengelola Konvensi Adilaksana (PCMA)

PUSAT-PUSAT PERBELANJAAN (shoping centers)
- Perusahaan Aneka Kembang
- Pusat Seni rupa dan Seni Lukis
- Pusat Kerajinan Emas Dan Perak
- Perancang dan peragaan busana
- Pusat mebel dan perabot rumah

PUSAT-PUSAT HIBURAN DAN REKREASI
- Taman hiburan
- Taman ria
- Sanggar seni dan budaya
- Kebun Binatang
- Museum
- Pagelaran Seni Pentas

PERBANKAN DAN USAHA JASA TAMBAHAN
- Usaha –Usaha Bank
- Kartu Kredit
- Cek Perjalanan
- Asuransi Perjalanan
- Penukaran Uang Asing
TUGAS: Selesaikan TUGAS seperti pd Kuliah terakhir

Kuliah 9 Perilaku Organisasi


Tugas terstruktur:

Pada sebuah organisasi , sistem pemberian imbalan pada anggota organisasi merupakan hal penting dan perlu pemikiran yang mendalam, tugas Saudara:
  1. Carilah di google, ataupun referensi lain, apa yang dimaksud dengan Sistem Reward (penghargaan)
  2. Ada berapa jenisnya?
  3. Menurut Saudara, mengapa sistem reward (imbalan / penghargaan) merupakan hal  penting dalam mempelajari perilaku organisasi? jelaskan
Jawaban dikirim dalam bentuk MS word, ke susiana64@gmail.com  paling lambat Selasa, 24 Mei 2013 pk 23.59



Kamis, 18 April 2013

kuliah MICE STP ROXY

INILAH, Bandung - Industri wisata Meetings, Incentive, Conventions, dan Exhibitions (MICE) memiliki tingkat pembelanjaan lebih besar 3-4 kali dibandingkan pembelanjaan yang dikeluarkan wisatawan biasa. Hal itu terjadi karena setiap penyelenggaraan MICE/konvensi selalu disertai dengan program 'pre and post conference' (pra dan pasca konferensi).

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat Nunung Sobari MM menuturkan, untuk menjawab tantangan yang berkembang terhadap industri wisata MICE agar tidak tertinggal dari negara lain, Jawa Barat telah membangun pusat-pusat konvensi disertai sarana dan fasilitas memadai. Seperti Sentul International Convention Centre (SICC), Bandung International Convention Centre (BICC), dan Bandung Convention Centre (BCC).

"Selain itu, hotel-hotel berbintang yang tersebar di seluruh Jawa Barat, khususnya kota Bandung, dilengkapi ruang-ruang pertemuan dan peralatan yang diperlukan dengan kapasitas bervariasi. Ada juga penambahan jalur penerbangan domestik dan internasional ke dan dari Bandara Husein Sastranegara. Soalnya pengoperasian usaha Wisata MICE akan melibatkan banyak sektor dan mitra kerja yang saling berhubungan," jelas Nunung saat membuka acara Pelatihan Tenaga Usaha Jasa MICE di Hotel Cianjur Kabupaten Cianjur, melalui rilis yang diterima INILAH, Sabtu (13/1/2013).

Untuk mendorong pengembangan kegiatan wisata Mice di beberapa daerah Jawa Barat, kata Nunung, diperlukan berbagai upaya pembinaan terhadap seluruh sektor (stakeholder) tadi sehingga terjadi suatu sinergitas pemanfaatan dan pengembangan seluruh potensi wisata MICE yang dimiliki. Selain itu, faktor yang menyebabkan beberapa daerah lain tertinggal untuk menjadi tempat (host) penyelenggaraan kegiatan Wisata MICE baik nasional maupun internasional, antara lain faktor kondisi keamanan, prasarana dan sarana konvensi, terbatasnya atraksi wisata pada saat dan setelah konvensi.

"Peserta konvensi pada umumnya terdiri dari kaum yang menuntut persyaratan tinggi oleh komite, profesionalisme dari pco (Profesional Conference Organizer). Maka penyelenggaraan kegiatan MICE harus dilakukan secara profesional, tepat dan berhasil guna sehingga mendukung tercapainya tujuan peserta maupun penyelenggara sebagai konsumen. Pemerintah membuat peraturan bahwa penyelenggaraan kegiatan MICE harus dilakukan oleh Badan Usaha Jasa Pertemuan, Insentif, dan Pameran (BUJPIP) yang diakui secara resmi dan mendapat ijin dari pemerintah. BUJPIP adalah seperti PCO (Professional Congress Organizer), PEO (Professional Exhibition Organizer) dan Incentive Tour Company yang dikenal di luar negeri, dan berperan sebagai konsultan penyelenggaraan MICE," tegasnya.[ang] sumbeR:http://www.inilahkoran.com/read/detail/1977786/industri-mice-perlu-jaminan-keamanan-dan-sarana 

Tugas anda:
1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan PCO dan apa tugas serta tanggung jawabnya
2. Apa tata cara dalam proses bidding jelaskan

Jawaban dikirim via email ke susiana64@gmail.com, plg lambat 21 April 2013 pk. 23.59

kuliah 6 Perilaku Orgtanisasi Kelas Roxy


MEMBANGUN KINERJA MELALUI MOTIVASI KERJA KARYAWAN (sumber:http://cokroaminoto.wordpress.com/2007/05/23/meningkatkan-kinerja-karyawan-1/)
POSTED BY COKROAMINOTO  MAY 23, 2007  
Ada apa dengan kinerja karyawan
Kalau kita sepakat bahwa fungsi ideal dari pelaksanaan tugas karyawan dalam unit kerja adalah fungsi pelayanan, maka orientasi manajemen harus berfokus pada pelanggan. Maka konteks seharusnya adalah bahwa arah pelaksanaan tugas karyawan adalah memberikan pelayanan pada pelanggan, baik internal maupun exsternal.
Hal-hal di atas tidak mudah. Karena barisan terdepan dalam pemberian pelayanan adalah karyawan dengan berbagai persoalannya. Bukan tidak mungkin pelanggan memperoleh citra yang buruk tentang lembaga/organisasi, gara-gara pekerjaan pelayanan oleh karyawan yang jelek. Dari sinilah mungkin enter-point-nya. Harus fokus pada peningkatan kinerja karyawan. Karena tidak mungkin terjadi “fokus pada pelanggan” tanpa didahului oleh “fokus pada karyawan.”
Berbicara kinerja individual karyawan, ada beberapa faktor utama yang mempengaruhi. Menurut Gibson, kinerja individual karyawan dipengaruhi oleh faktor motivasi, kemampuan dan lingkungan kerja.
Awalnya, adalah Motivasi Kerja
Faktor motivasi memiliki hubungan langsung dengan kinerja individual karyawan. Sedangkan faktor kemamampuan individual dan lingkungan kerja memiliki hubungan yang tidak langsung dengan kinerja. Kedua faktor tersebut keberadaannya akan mempengaruhi motivasi kerja karyawan. Karena kedudukan dan hubunganya itu, maka sangatlah strategis jika pengembangan kinerja individual karyawan dimulai dari peningkatan motivasi kerja. Diyah Dumasari Siregar ST, MM, dalam tulisannya menyatakan, bahwa karyawan dan perusahaan merupakan dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Karyawan memegang peran utama dalam menjalankan roda kehidupan perusahaan. Apabila karyawan memiliki produktivitas dan motivasi kerja yang tinggi, maka laju roda pun akan berjalan kencang, yang akhirnya akan menghasilkan kinerja dan pencapaian yang baik bagi perusahaan. Di sisi lain, bagaimana mungkin roda perusahaan berjalan baik, kalau karyawannya bekerja tidak produktif, artinya karyawan tidak memiliki semangat kerja yang tinggi, tidak ulet dalam bekerja dan memiliki moril yang rendah.
Adalah menjadi tugas manajemen agar karyawan memiliki semangat kerja dan moril yang tinggi serta ulet dalam bekerja. Berdasarkan pengalaman dan dari beberapa buku, biasanya karyawan yang puas dengan apa yang diperolehnya dari perusahaan akan memberikan lebih dari apa yang diharapkan dan ia akan terus berusaha memperbaiki kinerjanya. Sebaliknya karyawan yang kepuasan kerjanya rendah, cenderung melihat pekerjaan sebagai hal yang menjemukan dan membosankan, sehingga ia bekerja dengan terpaksa dan asal-asalan. Untuk itu merupakan keharusan bagi perusahaan untuk mengenali faktor-faktor apa saja yang membuat karyawan puas bekerja di perusahaan. Pemahaman tentang jenis atau tingkat kebutuhan perorangan karyawan oleh perusahaan menjadi hal mendasar untuk meningkatkan motivasi. Dengan tercapainya kepuasan kerja karyawan, produktivitas pun akan meningkat.
Apa sebenarnya yg dibutuhkan karyawan? Menurut Maslow, jenjang kebutuhan manusia sebagai karyawan dari yang terrendah hingga yang tertinggi adalah :
Physiological Needs (Kebutuhan fisiologis/dasar/pokok)
Safety Needs (kebutuhan akan rasa aman).
Social/Affiliation Needs (kebutuhan untuk bersosialisasi)
Esteem Needs (kebutuhan harga diri).
Self-actualization Needs (kebutuhan aktualisasi diri).
Apa yang bisa kita ambil manfaatnya?
Menurut Diyah lagi, dari tingkat kebutuhan manusia menurut Maslow tersebut, kompensasi dalam bentuk sentuhan emosional merupakan level yang lebih tinggi, dibandingkan kebutuhan fisik/dasar. Level tertinggi yaitu Self-actualization Needs (kebutuhan aktualisasi diri) membuktikan bahwa karyawan lebih senang apabila diberi kesempatan untuk mengembangkan diri dan diakui oleh perusahaan. Hal ini sejalan dengan hasil penelitian, bahwa karyawan ingin mendapat kesempatan berkembang dan menunjukkan kemampuannya

Tugas Anda: Setelah membaca tulisan di atas, 
1. Jelaskanlah apa kaitan antara motivasi dan kepuasan kerja
2. Mengapa motivasi jadi hal penting terkait dengan perilaku organisasi?
Jawaban dikirim dalam file Ms Doc, ke susiana64@gmail.com paling lambat Senin, 22 April 2013 pk 23.59